Buku, Pengetahuan dan Kemampuan
Buku merupakan perangkat pertukaran pesan, hasil budaya dan peradaban dari satu generasi ke generasi lain. Buku merupakan juga perangkat pemikiran dan penyempurnaan. Pada dasarnya, ilmu seseorang bisa diukur lewat sejauhmana kecintaannya terhadap buku dan kegiatan membaca. Kendati dunia saat ini telah mengalami kemajuan pesat di bidang media dan teknologi informasi, namun posisi buku masih sulit digantikan peranannya oleh media-media lain seperti televisi, radio, atau bahkan internet.
Buku merupakan warisan abadi dan fenomena penting yang telah berperan besar dalam memajukan peradaban dan kebudayaan. Dalam ajaran Islam, kebernilaian ilmu pengetahuan, buku dan apa yang tertulis memiliki posisi yang sangat istimewa. Al-Quran sendiri dalam salah satu ayatnya bersumpah dengan pena dan apa yang tertulis. Hal itu menunjukkan betapa berharganya nilai pena dan buku dalam pandangan Islam. Sebab, peran revolusioner buku dalam memajukan kemampuan ilmiah personal dan sosial merupakan kenyataan yang tak bisa diingkari.
Dalam persepsi sejarah, buku bisa dianggap sebagai memori umat manusia. rangkaian ilmu pengetahuan, pengalaman, dan sejarah ribuan tahun manusia bisa diabadikan lewat buku bahkan sampai kini pun peran tradisional buku masih sulit digantikan oleh perangkat informasi lainnya. Karena itu, menyebarluaskan buku dan budaya membaca merupakan tugas dan tanggung jawab utama para penggiat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Setiap tahun, dari tanggal 14 hingga 21 November, masyarakat Iran menggelar kegiatan "Pekan Buku Republik Islam Iran". Kegiatan itu digelar untuk menyebarkan budaya membaca dan mengapresiasi para tokoh yang berjasa besar di bidang penulisan, penerjemahan, dan penerbitan buku. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kali ini pun, Pekan Buku digelar dengan beragam acara yang banyak mendapat perhatian publik. Sementara tema yang diangkat dalam Pekan Buku tahun ini adalah "Buku, Pengetahuan, dan Kemampuan".
Salah satu kegiatan Pekan Buku tahun ini adalah acara pemberian penghargaan terhadap institusi yang aktif dalam dunia perbukuan dan para pemilik serta pembaca buku teladan. Yaitu kalangan yang selama ini dikenal telah berjasa besar dalam mengembangkan budaya membaca di tengah masyarakat.
Di samping acara tadi, Pekan Buku juga disemarakkan dengan 30 ribu pameran buku di sekolah, kampus, dan tempat-tempat umum lain. Dalam Pekan Buku tahun ini juga diadakan acara peresmian perpustakaan baru di pusat-pusat kota dan desa serta pelbagai seminar mengenai pelbagai strategi untuk mengembangkan minat baca masyarakat. Selama Pekan Buku berlangsung, masyarakat Iran juga menyelenggarakan beragam sayembara dan perlombaan yang bisa mendorong tumbuhnya kecintaan membaca di tengah masyarakat.
Salah satu kegiatan penting selama Pena Buku tahun 2009 berlangsung adalah peresmian Perpustakaan Khusus Studi Agama dan Mazhab yang untuk pertama kalinya didirikan oleh Departemen Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran. Perpustakaan ini dilengkapi dengan lebih dari 40 ribu jilid buku keagamaan dari berbagai bahasa seperti Persia, Arab, Inggris, Jerman, Perancis, Ibrani, Sansekerta, dan Pahlavi. Perpustakaan ini terbilang sebagai perpustakaan studi keagamaan yang terbesar di Timur Tengah.
Filosof dan penulis Perancis, Francis Bacon berkata, "Belajar bagi kalangan penipu merupakan hal yang hina, sementara bagi mereka yang lugu, belajar hanya dipuja. Namun bagi orang-orang bijak, mereka amalkan apa yang dipelajari. Mereka menjadikan buku sebagai alat berpikir, menilai, dan bernalar".
Setiap lapisan usia dan kelompok profesi di pelbagai negara memiliki angka rata-rata kegiatan membaca yang beragam. Namun secara keseluruhan, tingkat kegiatan membaca masyarakat dunia masih rendah dan jauh dari tingkat ideal.
Dalam acara pemberian penghargaan terhadap para pembaca buku teladan yang digelar di Tehran beberapa waktu lalu, juga diuraikan mengenai beragam teknik dan cara belajar efektif yang bisa diterapkan oleh semua kalangan.
Untuk mempelajari segala jenis buku perlu adanya tujuan dan jadwal yang jelas, serta pengaturan waktu. Kecepatan bertindak dalam melakukan pekerjaan dan terbukan dalam menerima metode dan teknik baru sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Karena itu kita perlu memilih metode baru belajar yang lebih efektif dan sesuai. Dengan begitu energi dan kesempatan yang ada bisa dimaksimalkan seefektif mungkin.
Metode belajar yang akan kita paparkan berikut ini biasa disebut dengan metode aktif. Salah satu teknik yang diajarkan dalam metode aktif adalah pencatatan poin penting apa yang dipelajari dan memetakannya berdasarkan waktu atau topik. Kegiatan itu akan membantu proses dan fokus belajar.
Teknik lainnya adalah pemilihan waktu belajar. Pilihlah waktu belajar ketika perasaan kita tengah ceria sehingga dapat lebih fokus dalam belajar. Agar tetap fokus, suasana yang nyaman dan tenang juga perlu diperhatikan. Suasana dan tempat yang kondusif akan berpengaruh efektif terhadap kegiatan dan fokus belajar. Selain itu, kondisi fisik dan tempat belajar dari sisi pencahayaan, suara, dan suhu juga mesti diperhatikan.
Belajar dengan baik dan memahami maksud penulis, tentu akan meningkatkan kualitas belajar. Karena itu, membaca dan berpikir merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan dan perlu diterapkan dalam kegiatan belajar. Membaca merupakan cara untuk belajar, sedangkan berpikir merupakan cara supaya apa yang kita pelajari bisa lebih bertahan lama dalam ingatan.
Landasan belajar dan membaca tanpa lupa adalah mempelajari dan menghapal. Salah satu teknik yang diajarkan dalam metode belajar aktif adalah teknik PQRST (Preview, Question, Read, Summary, Test) yang terdiri dari membaca secara sekilas, bertanya, membaca, merangkum serta mentes apa yang telah kita pelajari.
Pada tahap pertama, kita perlu membaca secara umum dan sekilas topik-topik utama buku yang kita baca sehingga kita bisa mengetahui gambaran umum buku tersebut. Selepas itu, topik utama setiap bagian buku kita ubah ke dalam satu atau beberapa pertanyaan. Lantas kita ukur sejauhmana kemampuan kita. Apakah kita sudah bisa menjawab pertanyaan yang kita rangkai sendiri ataukan belum?
Langkah berikutnya adalah merenungkan dan memikirkan lebih mendalam apa yang kita pelajari. Dengan begitu kita bisa mengaitkannya dengan pengetahuan lain yang telah kita miliki sehingga bisa lebih melekat dalam benak kita. Setelah melewati proses tersebut, kita disarankan untuk mengulang kembali bacaan kita, merangkum dan dan menjelaskannya dengan gaya bahasa sendiri. Dengan cara itu kita akan mengetahui bagian mana yang telah kita kuasai dan mana yang belum. Terakhir, kita bisa mengetes sendiri sejauhmana penguasaan kita terhadap buku yang kita pelajari.
Selain itu perlu juga kiranya, kita menandai secara khusus point-point penting yang terdapat dalam buku. Kita juga bisa menambah kesimpulan dan pandangan pribadi di sekitarnya. Dengan begitu, buku yang kita baca juga mengandung catatan pinggir yang bisa lebih bermanfaat untuk kita pelajari kembali.


