Jumlah korban kerusuhan anti-pemerintah yang terjadi hari Ahad (27/12) bertambah menjadi delapan orang. Seorang pejabat Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran dalam wawancaranya dengan Press TV mengatakan, "Dalam kerusuhan pada hari Ahad, delapan orang tewas."
Tehran, Ibukota Republik Islam Iran pada hari Asyura dikejutkan dengan demontrasi anti-pemerintah yang berlanjut dengan bentrokan antara perusuh dan polisi setempat. Kerusuhan itu merusak sejumlah bank dan tempat-tempat pemberhentian bus.
Menurut keterangan para pejabat kepolisian Iran, para polisi tidak menggunakan senjata untuk mengamankan para perusuh yang mengganggu peringatan hari Asyura. Para perusuh sengaja membuat onar dan menyerang konvoi majelis duka Imam Husein as, dengan tujuan menciptakan konflik internal.
Kepolisian juga mengkonfirmasikan, puluhan polisi, termasuk Ketua Kepolisian Tehran Besar, Azizullah Rajab Zadeh, terluka dalam kerusuhan tersebut. Menurut laporan Press TV, sejumlah perusuh berada di sejumlah jalan-jalan dan bundaran Tehran yang kemudian menyerang konvoi majelis duka Imam Husein as. 02:51:48
Sumber Berita: http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=17928