Marji, Dewan Ahli dan Garda Iran Kecam Kerusuhan Asyura di Tehran

E-mail Cetak PDF

Ayatollah Nouri Hamedani, salah satu marji besar Iran, mengeluarkan statemen yang isinya mengecam penistaan terhadap hari Asyura di Tehran. Ayatollah Hamedani menyebutkan, "Ini adalah upaya tercela. Kami kepada pihak-pihak yang terkelabui menyatakan bahwa rakyat revolusioner Iran yang memetik pelajaran dari peristiwa Asyura selama berabad-abad, tidak akan bungkam dalam menyikapi langkah-langkah anti-Asyura."

Statemen itu juga seraya menyinggung upaya-upaya yang sama di kota suci Qom, juga menyebutkan, "Upaya-upaya penistaan ini merupakan tindakan negara-negara arogan dan Rezim Zionis Israel."

Pernyatan yang isinya mengecam penistaan terhadap hari Asyura di Tehran juga ditegaskan Kantor Sekretariat Dewan Ahli Kepemimpinan Iran. Dalam statemen itu, Dewan Ahli Kepemimpinan Iran yang dipimpin oleh Ayatollah Hashemi Rafsanjani menyebutkan, aksi penistaan terhadap hari Asyura dan pengrusakan fasilistas umum oleh sekelompok pihak yang terkelabui, terorganisir dengan koordinasi media-media Barat.

Para anggota Dewan Ahli Kepemimpinan juga mengapresiasi masyarakat dalam menyikapi para perusuh dan meminta para pejabat supaya menindak secara tegas para pelaku kerusuhan dan dalang-dalangnya.

Dewan Garda Konstitusi Republik Islam Iran juga mengeluarkan statemen yang mengecam tindakan para perusuh pada hari Asyura di Tehran. Statemen itu menyebutkan, "Sangat disayangkan, sekelompok anti-agama dan pemicu fitnah menistakan kesakralan hari Asyura saat masyarakat Iran bersatu dan berduka di majelis-majelis peringatan kesyahidan Imam Husein as. Para perusuh telah membahagiakan arogansi dunia dan media-media yang berafiliasi dengan Rezim Zionis Israel."

Dalam statemen itu disebutkan bahwa para perusuh bukan hanya menunjukkan kebencian mereka terhadap Republik Islam Iran, tapi juga memperlihatkan sikapo anti-Islam dengan membakar Kitab Suci Al-Quran, menistakan masjid-masjid dan huseiniyah, menyerang konvoi-konvoi duka cita dan merusak fasilitas umum.

 

Sumber Berita: http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=17884